tak hilang juga kau dari hadapanku
enyahlah kau ke tempatmu. neraka
biarkan aku sendiri merenungi cacian mereka
jangan hiraukan ku
enyahlah kau!
biarkan aku terbujur kaku menatap langit senja
tempatku menaruh segala keluh kehidupan
hidup memang menyebalkan
selalu seperti ini
melacur sendiri di kesunyian hati
langit sore yg mulai menguning
sekuning berakku pada mu
kenapa kau selalu menemaniku
di hati yg terkutuk ini
hilangkan jiwaku bersama debu sore ini
ke mana engkau berdiam. setan!
jangan jerumuskan aku terus
langsung bawa jiwa ini ke lembah neraka
termpatku bisa melacur dalam kesengsaraan hidup
No comments: