dimana telingamu wahai junjungan?
dimana matamu wahai pujaan?
disini kami menjerit dan melotot memuncratkan kutukan
kutukan akan kebutaan dan ketulianmu
disini kami melacur angan menanti sperma yg kau janjikan
tuk kehidupan yang lebih baik
kami tlah mendengar kau mengencingi sperma Tuhan
dimana lidah manismu saat meminta dan mengemis suara kami?
suara yg tlah menghantarkanmu ke posisi dewa
dimana sperma Tuhan yg tlah dimuncratkanNya?
apa tlah kau hisap sendiri tanpa melihat derita kami
bangsat!
anjing kau Politikus!
No comments: