Header Ads

Antrean Baca
recent

Genangan sepi

saatku sendiri menatap sepi rembulan

pantulan sepi menyiksa relung batin

tak ada genangan tawa di sana

hanya kosong dan sunyi yang mematikan

seperti langkahku yg terhuyun parau mengikis sepi

dan coba menerawang keindahannya

hanya bayangku yang meranggas terbanting kalutnya kabut hati

mencari jejak hatimu

tak ada sinarnya yang mampu menerangi  langkahku

sepi. mengapa harus terjadi saat purnama bersinar

reduplah engkua dalam pelukku

agar pecah kegelapan hati

agar remuk noda hatiku

dan biarkan ku hanyut bersama genangan kesepian ini

No comments:

Powered by Blogger.