Review Novel Seruak
Yo! Di review kali ini saya mau menampilkan (bukan resensi ya) Novel
berjudul Seruak karya Vinca Callista terbitan Grasindo tahun 2014. Sebuah
psychothriller novel yang saya rasa patut untuk dibaca menghabiskan waktu
senggang. Langsung aja lihat blurb-nya.
Mau tidak mau, Bonie harus
berurusan dengan teman-teman barunya di Desa Angsawengi. Macam-macam pribadi,
dari anak yang sangat menyenangkan sampai yang selalu menyebalkan, berinteraksi
di rumah yang sama, karena kelompok mahasiswa ini sedang menjalani program
Kuliah Kerja Nyata. Di kelompok anak muda ini hadir Arbil Radeagati−seorang aktor muda yang bermaksud
melarikan diri dari tekanan keluarganya, penyakit yang menggerogoti jiwanya.
Dan ada pula Mada Giorafsan, sahabat masa kecilnya yang mengetahui betapa Bonie
tumbuh dari masa lalu yang gelap dan menjijikan.
Pada awalnya, hubungan di
antara kesebelas pribadi ini hanya seputar program kerja di desa serta
perkembangan chemistry yang bercabang jadi persahabatan dan permusuhan. Namun,
nyatanya Desa Angsawengi terlalu terkonsep. Ada orang-orang yang sengaja
menakut-nakuti mereka, sistem kehidupan di sana lama-lama jai mencekam jiwa
Bonie dan kawan-kawan. Tidak ada remaja yang tinggal di sana, malah ada kawanan
anjing besar yang sering kali muncul bersama anak kecil berkepala botak, ada
pula pria misterius yang selalu mengganggu dengan mesin pemotong rumputnya. Anak-anak ini terus diteror oleh
penguakan rahasia yang menggiring mereka ke misteri yang nyatanya melibatkan
pribadi Bonie.
Bagaimana dengan blurb-nya? Cukup menarik perhatian saya saat
membacanya karena memang saya menyukai genre semacam ini. Novel ini sendiri
berisikan 25 bab dengan tebal 434 halaman hingga membutuhkan waktu yang cukup
lama untuk dapat menghabiskannya.
Awal membaca novel ini saya cukup antusias sampai bab 2, seterusnya
saya merasa bosan (udah biasalah) karena di awal (biasalah) terlalu
bertele-tele dan font yang digunakan saya rasa terlalu kecil, mungkin font
ukuran 10 atau 11 hingga cepat membuat mata lelah. Ya maklum ajalah font segitu
aja udah 434 halaman, apalagi kalau di perbesar, bisa 500an halaman lebih.
Karena merasa bosan itu sempat saya fakumkan baca novel ini cukup lama. Hingga
suatu saat saya tidak ada bahan bacaan lagi akhirnya saya paksakan membaca
novel ini lagi dan setelah sampai tengah-tengah lumayan juga, mulai ada sesuatu
yang menarik hingga memaksa saya untuk terus membacanya, yakni kematian para
mahasiswa satu persatu dan misteri Desa Angsawengi yang perlahan mulai terkuak.
Ada adegan yang paling saya ingat, sebuah adegan kematian yang cukup (tak
terdiskripsikan), pokoknya kematian salah satu mahasiswa ini cukup memorable. Dan endingnya pun cukup
diluar perkiraan saya, walau pun saya juga pernah nonton Anime dengan ending
yang serupa, benar-benar serupa (tidak akan saya ceritakan biar fenasaran).
Saya tidak akan menyebutkan dimana mendapatkan buku ini, tentu saja
cari di toko buku. Yang pasti novel ini patut untuk dibaca dan dikoleksi (ya
iyalah, secara novel terbitan penerbit major).
Ah! Cukup ajalah untuk review kali ini, semoga merangsang untuk
tetap membaca, entah apapun itu. Sekian, dah!
No comments: