Header Ads

Antrean Baca
recent

PAGIKU




Pagi membungkam bisu hati yang terbangun dengan penuh dengki
Karena jalur hidup yang tak sesuai asa
Dan hanya menjadi remah yang dimamah kebencian
Sudah hancur dan menjadi semakin lembut
Hati jadi bubur yang basi, yang tak bisa menggerakkan sendi-sendi
Dan tubuh pun hanya menjadi kerangka angka
Yang buruk, yang lemah, yang busuk, yang tak berguna
Dan selalu berkutit pada ego-ego yang bego!
Aku bego! Karena menjadikan bagi sebagai ladang menuai kebencian
Dan itu terus berunglah hingga entah
Entah sampai aku menjadi bubur itu sendiri hingga basi
Atau sampai aku menjadi tiada pagi lagi

No comments:

Powered by Blogger.