Header Ads

Antrean Baca
recent

Ada Detak


Ada detak-detak yang gemeretak
Mengular di sekujur dadaku
Hingga ke hatiku
Detak-detak itu meretakkan separuh hati
Hingga ku sinting terbanting
Namun aku tetap bermain dengan sisa diriku
Yang mati perlahan tergigit hembusan angin
Dan tetap menulis entah untuk siapa
Mungkin untuk detak-detak itu
Dan detak-detak air mata yang ku lihat
Bercucuran dari lubang mata bangkaiku




No comments:

Powered by Blogger.