Ada Detak
Ada detak-detak yang gemeretak
Mengular di sekujur dadaku
Hingga ke hatiku
Detak-detak itu meretakkan separuh
hati
Hingga ku sinting terbanting
Namun aku tetap bermain dengan sisa
diriku
Yang mati perlahan tergigit hembusan
angin
Dan tetap menulis entah untuk siapa
Mungkin untuk detak-detak itu
Dan detak-detak air mata yang ku
lihat
Bercucuran dari lubang mata bangkaiku

No comments: