dalam gerutu malam petang itu
terbaring sendiri ku menatap kesunyian hati
hati sakit, jiwa sakit
tergeletak tak berdaya dalam remang
menuju kebadian semu
terus terbaring dan tak sadar akan diri
hanya terpaku lesu pada keinginan semu
apanya yang akan damai sesudah ini
setelah ini tak ada yang tau
setelah ini tak ingin ku rasakan
menderita dalam kehidupan
tak ingin lagi menderita dalam keheningan ini
sang malam tetaplah beradu dengan angin
menghantar jiwaku melayang dalam kesunyian hati
bersama mimpi burukku menuju penjara jiwa
disiksa dan dilupakan
dalam dunia
No comments: