Putus Rantai Harapan
Masih ingat
Saat ku tanggalkan semua kepercayaan
yang telah ada
Dan mencoba mencari sendiri dalam
kubangan hati
Namun masih ada satu yang ku sisakan
Yakni harapan, simbol kelemahan hati
Meski telah melepaskan semuanya
Namun tetap saja harapan itu yang
sulit untuk dilepaskan
Meski kini masih terhidup dengan
sisa-sisa kelemahan
Dan masih menjaga kelemahan itu
Namun tetap saja waktu yang
mengikisnya
Rantai harapanku mulai terkikis, aus
terkikir pikir
Entah sampai kapan masih bisa kuat
pergelangan rantai itu
Hingga terputus nanti, aku akan
benar-benar telanjang
Menerjang semua bilah-bilah yang
membelah
Ah, aku mulai kosong lagi
Dan kembali mengais esensi antara aku
dan kau
No comments: